Khasiat Teh Herbal Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) (page 4)

Teh rosella juga dapat diolah lebih lanjut menjadi kombucha. Kombucha adalah minuman hasil fermentasi larutan the manis dengan memanfaatkan pertumbuhan simbiosis antara yeast dan bakteri.

Closeup of roselle with drink over wooden surface

Mikroba dalam kombucha merubah larutan teh dan gula menjadi berbagai senyawa lain yang berkhasiat, yaitu berbagai jenis asam (asam asetat, asam glukoronat, asam laktat, asam karbonat, asam folat, asam glukonat, asam condroitin sulfat, asam hyaluronic dan asam usnat), vitamin (B1, B2, B3, B6, B12, B15 dan C) serta polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat (Naland, 2004). Kombucha telah digunakan sebagai agen terapi untuk penyakit saluran pencernaan, rematik, arterosklerosis, arthritis, disbakteria, konstipasi, impotensi, kegemukan, batu ginjal, kolesterol, dan kanker (Kasper, 2006 dalam Suhartatik et al., 2009).

roselle mocktail drink with roselle fruits or Hibiscus sabdariffa on wooden isolated on white with clipping path .Jamaica sorrel .

Menurut Suhartatik et al. (2006), fermentasi teh menjadi kombucha akan meningkatkan aktivitas antioksidannya. Untuk memanfaatkan sifat fungsinal pada rosella dan kemampuan mikrobia dalam fermentasi kombucha yang menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat menurunkan kolesterol, maka diharapkan akan didapatkan minuman fungsional yang berfungsi ganda sebagai penunjang kesehatan tubuh (Suhartatik et al., 2009).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Suhartatik dan Karyantina (2007), kombucha telah dapat digunakan sebagai minuman penurun kolesterol setelah difermentasi selama minimal 5 hari. Kombucha rosella sebanyak 40 g/L dengan lama fermentasi 5 hari efektif dalam menurunkan kolesterol darah tikus percobaan yang menderita hiperkolesterolemia (Suhartatik et al., 2009).

DAFTAR PUSTAKA

Aris, M. 2014. Pengaruh Pemberian Seduhan The Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Baturaden Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto.

Artini, B., Asnar, E., dan Widyawati, I. Y. 2017. Red Rosella Tea and Avocado As Simvastatin Therapy Support Reduce Total Cholesterol. Jurnal Ners 12(1): 113 – 118.

Haji, F. M., Tarkhani, dan Haji, A. H. 1999. The Effect of Sour Tea (Hibiscus sabdariffa) on Essential Hypertension. Journal of Ethnopharmacology 65(3): 231- 236.

Kirdpon, S., Nakorn, S., dan Kirdpon, W. 2008. Changes in Urinary Chemical Composition in Healthy Volunteers After Consuming Roselle (Hibiscus sabdariffa Linn.) Juice. Journal of the Medical Association of Thailand 77(6): 314 – 321.

Lukman, E., Mustofa, A., dan Widanti, Y. A. 2018. Aktivitas Antioksidan Teh Kulit Lidah Buaya (Aloe barbandensis miller) – Rosela (Hibiscus sabdariffa L) dengan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal JITIPARI 3 (6): 123 – 130.

McKay, D. L., Chen, O., Saltzman, E., dan Blumberg, J. B. 2010. Hibiscus sabdariffa L. Tea (Tisane) Lowers Blood Pressure in Prehypertensive and Mildly Hypertensive Adults. The Journal of Nutrition 140(2): 298 – 303.

Mun’im, A., Hanani, E., dan Mandasari, A. 2008. Pembuatan Teh Herbal Campuran Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) dan Herba Seledri (Apium graveolens). Majalah Ilmu Kefarmasiann 5(1): 47 – 54.

Naland, H. 2004. Kombucha Teh Ajaib Pencegah dan Penyembuh Aneka Penyakit. PT Agro Media Pustaka, Jakarta.

Odigie, I. P., Ettarh, R. R., dan Adigun, S. A. 2003. Chronic Administration of Aqueous Extract of Hibiscus sabdariffa Attenuates Hypertension and Reverses Cardiac Hypertrophy in 2K-1C Hypertensive Rats. Journal of Ethnopharmacology 86 (2-3): 181 – 185.

Satriadi, I. W. A., Wrasiati, L. P., dan Lani, I. G. A. 2015. Pengaruh Suhu Pengeringan Dan Ukuran Potongan Terhadap Karakteristik Teh Kulit Lidah Buaya. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri 3(2): 120 – 129.

Suhartatik, N. dan Karyantina, M. 2007. Kombucha Sebagai Minuman Instan Antihiperkolesterolemia. Laporan Penelitian Hibah Pekerti Tahun Pertama.

Suhartatik, N., Karyantina, M., dan Purwanti, I. T. 2009. Kombucha Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) dan Kemampuannya Sebagai Antihiperkolesterolemia. Agritech 29(1): 29 – 35.

Suhartatik, N., Kurniawati, L., Karyantina, M., dan Khristanto, D. 2006. Kajian Potensi Antioksidan Kombucha. Hasil Penelitian Hibah A-1 FTP UNISRI, Surakarta.

Widodo, P. dan Budhiarti, U. 2006. Mengebunkan Lidah Buaya Secara Intensif. PT. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Winarti, S., Sudaryati, dan Usman, D. S. 2015. Karakteristik dan Aktivitas Antioksidan Rosela Kering. Jurnal Rekapangan 9(2): 17 – 24.

Tinggalkan Balasan

Close Menu